Selasa, 14 Mei 2013

SEJARAH BOROBUDUR VERSI ISLAM



Banyak dari sebagian masyarakat di Indonesia, bahkan di dunia bahwa candi borbudur adalah peninggalan dari kerajaan hindu pada zaman dahulu. Candi Borobudur di dalam cerita sejarah dibangun oleh kerabat wangsa syailendra kurang lebih pada masa Abad ke-8 Masehi.
Namun sebuah kelompok  orang dari Lembaga Studi Islam dan Kepurbakalaan  melakukan sebuah penelitian yang di pimpin oleh Pak Fahmi Basya dosen Matematika Islam UIN syarif Hidayatullah menyimpulkan bahwa kisah nabi Sulaiman itu tidak bisa dipisahkan dari tanah jawa (Negeri Saba’) dan juga nabi Sulaiman mempunyai peninggalan berupa sebuah candi Borobudur, jadi menurut peneliti tersebut candi Borobudur adalah peninggalan nabi Sulaiman. Membaca hasil penelitian ini tentu anda akan mengernyitkan dahi, atau bahkan tidak percaya. Menurut Sami bin Abdullah al-Maghluts, dalam bukunya Atlas Sejarah Nabi dan Rasul, Nabi Sulaiman diperkirakan hidup pada abad ke-9 Sebelum Masehi (989-931 SM), atau sekitar 3.000 tahun yang lalu. Sedangkan candi Borobudur dibangun setelah masehi. Tapi tidak menurut Pak Fahmi Basya, Borobudur sudah ada sejak sebelum Masehi tuturnya.
Dalam bukunya, KH Fahmi Basya menuturkan beberapa ciri-ciri Candi Borobudur yang menjadi bukti sebagai peninggalan putra Nabi Daud tersebut. Di antaranya, hutan atau negeri Saba, makna Saba, nama Sulaiman, buah maja yang pahit, dipindahkannya istana Ratu Saba ke wilayah kekuasaan Nabi Sulaiman, bangunan yang tidak terselesaikan oleh para jin, tempat berkumpulnya Ratu Saba, Kisah nabi Yunus di relief candi dan lainnya. Dalam Alquran, kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Saba disebutkan beberapa kali dalam al quran surah An-Naml [27]: 15-44, Saba [34]: 12-16, al-Anbiya [21]: 78-81, dan lainnya. Tentu saja, banyak orang yang tidak percaya bila Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman.
Banyak bukti yang dipaparkan oleh pak Fahmi Basya, salah satunya adalah banyak relief yang mengambarkan kisah-kisah yang ada didalam AlQuran seperti kisah nabi Yunus yang dilempar dari kapal yang penuh dan dimakan oleh sebuah ikan seperti gambar di bawah ini.


Melalui relief-relief yang ada lainnya, memang terdapat banyak simbol, yang mengesankan dan identik dengan kisah Sulaiman dan Ratu Saba, sebagaimana seperti keterangan Alquran. Pertama adalah tentang tabut, yaitu sebuah kotak atau peti yang berisi warisan Nabi Daud AS kepada Sulaiman. Konon, di dalamnya terdapat kitab Zabur, Taurat, dan Tingkat Musa, serta memberikan ketenangan. Pada relief lain yang terdapat di Borobudur, tampak peti atau tabut itu dijaga oleh seseorang. “Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: ‘Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman’.” (QS Al-Baqarah [2]: 248).
Negeri Saba ada di Indonesia, yaitu Wonosobo (Wana – Saba). menurut bahasa jawa, Wana artinya hutan dan Saba adalah negeri Saba/tempat berkumpul . Dalam Alquran, wilayah Saba ditumbuhi pohon yang sangat banyak. (QS Saba [34]: 15).  Jadi, menurut Fahmi, wana saba atau Wonosobo adalah hutan Saba.
Masih banyak lagi bukti-bukti yang dipaparkan oleh sang peneliti KH Fahmi Basya didalam buku yang ia tulis.
 
 

Menurut literatur yang ada, candi Borobudur adalah sebuah candi Budha. tapi lain halnya menurut pak Fahmi Basya, Candi Borobudur adalah sebuah peninggalan Islam, tepatnya peninggalan Nabi Sulaiman ribuan tahun yang lalu. Tidak main-main, pak Fahmi Basya melakukan penelitian selama 35 tahun dan bukti yang didapat sangat kuat dan juga hasil penelitian tersebut didukung dalil didalam ayat-ayat Al-Quran. Dalam membaca Sejarah Candi Borobudur Versi Islam, Ada baiknya anda juga membaca : Kisah Nabi Sulaiman di Tanah Jawa.



Menurut cerita yang dipaparkan, Candi Borobudur terletak di daerah kekuasaannya Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman adalah nabi yang diberi mukjizat bisa berbicara dengan hewan, juga dapat memerintah jin dengan ijin Allah. Ada seekor burung yang menghilang ketika dicari oleh Sulaiman, burung itu adalah burung Hud-Hud. Sewaktu Sulaiman bertemu dengan burung tersebut, maka burung Hud-Hud melaporkan sebuah alasan yang kuat kenapa ia menghilang dari Sulaiman. Alasan tersebut sekaligus meredam kemarahan Sulaiman atasnya. Sewaktu menghilang Burung Hud-Hud melintasi sebuah negeri, yaitu negeri Saba’ dan para penduduknya menyembah selain Allah, yaitu menyembah Matahari. Juga ada seorang ratu yang menjadi pemimpinnya.



Nabi Sulaiman pun memaklumi alasan tersebut kemudian menyuruh burung Hud-Hud untuk menyampaikan sebuah surat yang ditujukan kepada ratu Saba’, ratu yang menjadi pemimpin negeri Saba’. Surat itu tak lain adalah surat agar Ratu dan penduduk negeri Saba’ bertaubat dan berserah diri kepada Allah. Ratu Saba’ pun kemudian bertabat dan berserah diri. Nabi Sulaiman pun memerintahkan jin untuk memindahkan singgasana ratu Saba ke istananya Sulaiman dalam waktu sekejap sebelum ratu Saba’ datang ke Sulaiman. Singgasana ratu Saba’ adalah singgasana ratu Boko yang ada di Sleman, Yogyakarta, dan dipindahkan ke atas Borobudur di Magelang. terbukti di Istana Ratu Boko ada singgasana yang hilang serta sisa-sisa bangunan tempat berkumpul untuk menyembah matahari. jadi Borobudur itu adalah sebuah bangunan buatan jin atas perintah Nabi Sulaiman. Dari segi relief pun banyak yang menggambarkan cerita Nabi Sulaiman.
 
Reaksi:

40 komentar:

gak usah repot2 KH Fahmi Basha suruh membuka tafsir Al.Qur'anul Karimnya Ibnu Katsir, apa pendapat yang disampaikan para ahli tafsir dan ahli hadist seperti Mujahid, Qatadah, Ibnu Abbas, dll tentang negeri Saba' versi 'Ulama, jadi jangan membuka arti Saba' di kamus bahasa Jawa, harusnya membuka dikamus bahasa Arab

@cahaya hati: kalo tafsirnya ibnu katsir ya pasti bilang kalo negeri saba' itu ada didaerah sekitar yerusalem sana, wong dia asli sana, wekeke

Dosen kok begini ya? Kenapa gak sekalian itu monas dicocok-cocokkan sama dalil2 yang ada di Alqur'an. :). Herannya kok ada yang beli bukunya sampai laku 7500 buku. Disumatra juga ada candi sama prasasti2. Kenapa gak dikait2kan sekalian pak Fahmi? Ini orang bikin buku pakai ilmu apa pakai hawanafsu sih? Heran saya.

gk usah komentar klo gk berpengetahuan, hargai hasil penelitian seseorang toh dia juga gk mengajarkan kita menyembah stupa bororbudur..Buka mata dan buka hati masbro jgn jdi orang skeptis..hanya Allah yg tau kbnaran smuanya tp kita perlu belajar untuk memahami firmannya.

ada komentar,yang gak berpngetahuan,ada yg buat buku malah ngawur,terus buku yg ngawur dan komentar yg tidak berpengetahuan , duluan mana??????

Ya Allah berikanlah petunjuk buat kami,, andai artikel ini benar dengan kenyataanya maka lipatkanlah pahala buat pengarangnya,
dan andai artikel ini salah dengan kenyataanya maka sadarkanlah dia dengan kehendak-Mu,, amin

kecerdasan otak lah yang akan mengungkap keaslianya nanti

Hanya allah SWT yg maha mengetahuinya...jnganlah ada perdebatan antara kita..

ojo ngono pak de..
jgn asal ngarang... wkwkw

Luar Biasa...nambah wawasan dan keyakinan pada Allah SWT....

percoyo yo gawenen, ora percoyo yo tinggalen, ngono ae kog repot...

Coba cek bro disini.
http://jokopoerwa.blogspot.com/2013/06/kisah-candi-borobudur-dan-nabi-sulaiman.html?m=1

Cococklogi sampah coba deh baca reloefnnya 1 per 1 jangan cuman setenga setengah! niat bgt hoaxnya

seandainya berita ini benar, saya merasa bangga. tapi, rasanya saya tidak percaya karena setahu saya, nabi sulaiman a.s. adalah salah satu raja bani israel, bukan orang jawa. atau mungkin tanah jawa adalah tanah israel dan orang-orang jawa adalah bani israel?

Masalah Kebenaran kita kembalikan kpd Allah Ta'ala sang Maha Benar yg Maha Tahu ....

Saba' itu negerinya Ratu Balqis ada di negara Yaman dan peninggalan reruntuhannya masih tersisa di sana.

Kata Wono Sobo itu bukan bermakna negri Saba ...

yang benar, kata wonosobo tersebut adalah dari bahasa Jawa yang artinya hutan (wono) dan Jelajah (sobo).

Bila dua kata itu digabung memiliki arti HUTAN JELAJAH (WONO SOBO)

Cerita ngawur di percaya...

sejarah borobudur adalah hasil pneliti belanda(barat dkk) se muanya adalah "dajjal",raja bohong..namanya jga penjajah..dan indonesia pda waktu itu bodoh..jahiliyah sperti coment2 yg tak berotak kebanyakan jilatin pantat wong blanda,bongkar terus kebenaran sejarah indonesia jangan speriti kerbau di cocok hidungnya,tuanya adalah bule..yg pegang tali kerbau nya si comen tak berotak..

MAS BRO DLLL,BACA BUKUNYA BARU KOMENTAR ITU BARU ADIL JANGAN MARAH MARAH ...SOK PANDAI LAGI...SOMBONG LAGI...MENGHUJAT BUKUNYA SETEBAL 257 HALAMAN TERBIT AGUSTUS 2012 SAYA SDH BACA .SEBELUM BACA KOK ANEH YAA..SETELAH BACA SAYA KAGUM PADA PENULISNYA...PENELITIAN 33 TAHUN COBA DIHARGAI...

coba juga toya mas difikir akibatnya klw bukti2 tidak kuat nah buat apa di publikasikan
http://kyo354.wordpress.com/2013/11/17/nabi-muhammad-saw-dalam-kitab-suci-agama-hindu-candi-borobudur-adalah-peninggalan-kebudayaan-islam/

Iyo kui woco diesek to......baru komen.......

Salut buat Pak Fahmi. Semua pendapatnya berdasarkan Al-Quran dan Hadist. Kalau yg tdk setuju boleh menyanggahnya dengan bukti baru yg bisa dipertanggung jawabkan. Sekarang coba kita sampaikan ke pemerintah koq nggak ada tanggapannya. Berpikirlah positif.

Seharusnya kita bangga beliau yg mau meneliti sejarah dengan agama.....jangan komen yg ngawur....klo orang muslim yg baik menghargai pendapat nya jangan percaya pendapat orang bule

Thanks ya sob udah share , blog ini sangat bermanfaat sekali .............




bisnistiket.co.id

percuma pakai cahaya hati,hatimu itu masih kotor biarkan pak fahmi berkarya,salut pak fahmi

penemu borobudur orang belanda ,masa sejarah kita yg tau orang belanda ga mungkin .klo peninggalan agama budha tlong kasih penjelasan kaya pak FB bahwa borobudur peninggalan nabi sulaiman ,yg mengatakan candi borobudur itu peninggalan budha kan penemunya orang belanda bukan umat budha jdi klo umat budha mau klim tlong kasih penjelasan,,maaf bukan sara.

Salam luar biasa tuk pak Fahmi............ ini semua ALLAH pnya mau, kl kita ingat itu pasti tidak akan ada yg coment mencela pak Fahmi.

Baca deh penjelasan relief di sini. Semua dari kitab agama Buddha. Orang Indonesia paling suka membuat sensasi. Tapi kalau sampai mau memutarbalikkan fakta sejarah, namanya keterlaluan.http://www.indonesia.travel/id/destination/233/borobudur/article/202/membaca-ribuan-panil-relief-pada-candi-borobudur

Kuncinya tu cuma satu.. menghargai karya org lain.. Gtu ja kok repot pake ngotot2 mencela..

BANYAK BACOOT LU SEMUA, DIAM AJA, ENTAR DI AKHIRAT SEMUA AKAN TERBUKTI.

Jaman dulu blm ada kertas jadi ya diukir dibatu,tannya orang tua kita dulu kalo nulis pasti disaba' 100% saya setuju p.fahmi. Bahkan ibunda Nabi muhammad Siti aminah bisa orang jawa, siti adalah khas bhs jawa,kita ini terlalu mengagung2kan Arab, scr fisual pun sudah nyata bahwa yg punya sifat andab ashor,tepoh sliro,wani ngalah,sopan santun itu adlh orang jawa, sifat khas baginda Nabi,,,Manah ada orang arab punya sifat seperti sopan santun,loman,bhsnya lembut

Makin ngawur aja Siti Aminah orang Jawa. Sekalian aja Al-Quran itu aslinya bahasa Jawa. Kok terlalu mengagung2kan Jawa

Kalau benar pendapat KH Fahmi, syukur. kalau gak benar, ya itulah hasil penelitian beliau. menurut saya ad benrnya pendapt itu. krn kita sama-belum lahir pd waktu borobudur dibangun.

Subhanallooh.........
Sesungguhnya pada setiap ciptaan Allah itu terdapat pelajaran BAGI ORANG YANG BERFIKIR.......

ini lah kekurangan kita .. terlalu banyak komentar dan sedikit membuat perubahan... kalau memang pa Fahmi keliru, semoga akan ada generasi yang meneliti dan menyangkal penelitian pak Fahmi, mengharagi pendapat orng lain adalah kewajiban seorng mulim dan kewajiban warga negara INDONESIA ( di UUD telah jelas ).

Waduuu pad gak terima nie pengikut budha... Klo borobudur peninggalan nabi sulaiman

Poskan Komentar